Bisakah kita menjadi Kaya? atau Kenapa kita tidak bisa Kaya?

Gambar: Lahan dan Perkebunan sebagai sumber kekayaan penduduk
Gambar: Lahan dan Perkebunan sebagai sumber kekayaan penduduk

Pertanyaan ini sering menjadi pertanyaan semua orang, kenapa ya, hidup kita tidak berubah dari tahun ke tahun, atau dari periode ke periode nya. Kenapa status sosial kita tidak bisa naik kelas?. Pertanyaan ini sebenarnya bisa diajukan oleh seorang anak bujang yang baru akan dewasa. Bagi sebagian suku di Indonesia, Seperti Minang, Batak, Bugis, Ambon, Jawaban mereka “Mari merantau”. Jawaban ini tidak lah salah, kenapa?, karena memang banyak orang yang pulang dari rantau ketika lebaran mereka membawa pulang kesuksesannya atau paling tidak membawa cerita kesuksesannya atau kalau model sekarang menunjukkan kesuksesannya di story-WA, atau Story medsos lainnya.

Menjadi kaya atau naik kelas dari kelompok bawah ke kelompok menengah dan tinggi tidak lah mudah, dalam teori sosiologi seperti Sorikin, Max Weber (1927) kelas sosial merupakan stuktur sosial yang terjadi di masyarakat. Perpindahan secara vertikal dan horizontal terjadi karena faktor pendidikan, revolusi industri, peperangan, atau pun karena perpindahan (migrasi). Namun Davis K, dan Sheller, Kaufmann (2014/17) menjelaskan mobilitas sosial bisa terjadi karena prestasi seseorang, akses informasi, teknologi, infrasktruktur dan jaringan. Nah, kembali ke pertanyaan awal tadi bagaimana kita menjadi kaya? Atau pertanyaan konsepsi bagaimana terjadinya mobilitas sosial ke kelas menengah.

Seperti yang telah dijelaskan oleh para ahli sosiologi diatas dalam rujukan kita suci kita juga sebenarnya telah ditegaskan oleh Allah SWT dalam surat Al-Mujadillah ayat 11 “Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan, “Berdirilah,” (kamu) berdirilah. Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” Surat Az-Zumar (39):9) "Katakanlah: 'Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?' Sesungguhnya hanya orang-orang yang berakal yang dapat menerima pelajaran."

Dalam hal perubahan nasib ini Nabi Muhammad SAW juga dalam sejarah perjuangannya pernah beberapa kali migrasi/hijrah. Jika disuatu tempat kita tidak bisa berkembang maka ada baiknya hijrah nabi pernah hijrah ke Yatsrib yang kemudian dinamakan dengan Madinah namun niat itu harus dilandasi atas keimanan kepada Allah SWT.

Rasulullahbersabda:

“Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan. Barang siapa hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barang siapa hijrahnya karena dunia yang ingin ia peroleh, atau karena wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya kepada apa yang ia niatkan.”(HR. Bukhari No. 1, Muslim No. 1907)

Advertisement
POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Nah kembali ke pertanyaan semula, kenapa kita tidak kaya? Kalau kita meminjam pendapat dari Robert T. Kiyosaki, penulis buku keuangan pribadi yang sangat terkenal, terutama lewat bukunya Rich Dad Poor Dad (1997). Intinya saat ini kita harus memiliki kecerdasan finansial (financial literacy). Pandai-pandai menggunakan uang yang dimiliki. Gunakan uang untuk menambah assets, bukan menambah hutang (liabilities) atau akan menimbulkan beban atau cost dalam hidup. Apa saja jenis assets yang bisa memberikan beban cost?

Membeli Handphone = bebannya pulsa, perawatan, paket. Kalau dijual harganya akan turun 2) Membeli mobil = bebannya: minyak bahan bakar, pajak, biaya perawatan yang sedikit, dan harga jualnya akan turun. 3) Membeli pakaian = bebannya pemeliharaan, pencucian dan jika dijual harganya 0. 4) Membeli TV dan Kursi tamu yang mahal = kalau dijual harganya turun bahkan tak berharga lagi. Pola belanja inilah yang membuat sebagian orang jadi miskin.

Lalu apa asset yang nilainya bertambah? 1) Emas, menjaga kita tetap kaya, 2) Saham harganya akan naik dalam jangka panjang dan akan dapatkan deviden, 3) Tabungan, kita akan mendapatkan bunga/bagi hasil 4) Tanah harganya akan naik. 5) Bibit tanaman, akan tumbuh secara alami, jika dirawat dengan baik akan berbuah atau menghasilkan manfaat lingkungan dan alam. 6) Property harganya akan selalu naik dan bisa disewakan. Dan inilah sebagai sumber orang menjadi kaya.

Nah selama ini, kita beli apa? Dan selanjutnya kita akan beli apa? (yh)

Editor : Yulhendri
BANNER 3
Bagikan

Berita Terkait
BANNER-4
Terkini