KontenMinang - Pemerintah Kabupaten Agam menggelar evaluasi pelaksanaan program Sawah Pokok Murah (SPM) bersama tim dari Dangau Inspirasi, di Mess Pemkab Agam Belakang Balok, Selasa (22/7/2025).
Kegiatan ini dihadiri Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM, Dt. Tan Batuah, serta didampingi Asisten II Setda Agam, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Kepala DPMN, Kepala Dinas Kominfo, dan Kabag Tapem.
Evaluasi ini menjadi momen penting untuk menanggapi sejumlah informasi yang beredar mengenai dugaan kegagalan program SPM di beberapa lokasi. Bupati Agam menegaskan, secara umum, program SPM yang telah dijalankan di 92 nagari di Kabupaten Agam menunjukkan hasil positif, meski ada beberapa tantangan di lapangan akibat dampak perubahan iklim ekstrem.
“Justru ini menjadi pembelajaran yang sangat luar biasa. Di tengah kemarau yang melanda Kabupaten Agam selama hampir dua bulan, SPM terbukti lebih tahan terhadap kekeringan dibandingkan metode tanam konvensional. Tanaman padi di lahan SPM masih tumbuh hijau dan subur, sementara sawah lainnya sudah mulai retak dan mengering,” ujar Bupati.
Ketahanan SPM terhadap kekeringan tidak lepas dari penggunaan mulsa yang menjaga kelembapan tanah. Metode ini membuat padi lebih adaptif terhadap perubahan iklim, khususnya di saat curah hujan sangat minim.
Ir. Djoni dari Dangau Inspirasi menambahkan bahwa evaluasi lapangan juga melibatkan dialog langsung dengan petani, petugas lapangan, dan Walinagari. Ia menyampaikan apresiasi atas keseriusan semua pihak yang terlibat, terutama Walinagari yang telah memberi perhatian khusus terhadap program ini.
“SPM ini adalah kebijakan yang sangat bagus dan berpihak pada ketahanan pangan. Program ini adaptif terhadap perubahan iklim, dan langkah cepat Bupati Agam untuk mengembangkan SPM adalah keputusan strategis yang patut diapresiasi,” ujarnya.
Terkait adanya lahan sawah yang tidak tumbuh optimal karena kekurangan air, Ir. Djoni menjelaskan bahwa kondisi tersebut terjadi di lokasi yang secara keseluruhan memang sudah tidak memiliki sumber air, bahkan warga setempat membeli air untuk kebutuhan mandi.
“Ini bukan kegagalan program, tapi kondisi geografis dan iklim ekstrem yang harus kita hadapi bersama. Mari kita doakan agar hujan segera turun dalam waktu dekat,” tutupnya.
Melalui evaluasi ini, Pemkab Agam berkomitmen terus melakukan perbaikan dan penguatan program SPM untuk menjadikannya solusi nyata menghadapi tantangan iklim dan mendukung ketahanan pangan masyarakat. (Rel)
92 Nagari di Kabupaten Agam Jalankan Program Sawah Pokok Murah
Berita Terkait

