Ia haus, tetapi air sungai di hadapannya dijaga ketat. Bahkan seteguk pun tak diberi. Dalam keadaan lemah, Husein tetap berdiri, dikelilingi dan diserang dari segala arah. Sebuah tombak menembus tubuhnya, ia terjatuh.
Lalu, seorang prajurit bernama Sinan bin Anas memenggal lehernya. Kepala Husein dipisahkan dari jasadnya.
Kepala Husein dibawa ke hadapan Ubaidullah bin Ziyad. Ia menyentuh wajah Husein dengan tongkat. Anas bin Malik yang menyaksikan berkata: “Demi Allah! Aku melihat Rasulullah mencium wajah ini. Dan kini kalian menyentuhnya dengan tongkat?” Tangis para sahabat pecah
Imam Jalaluddin as-Suyuthi menggambarkan tanda-tanda alam saat tragedi itu:
Terjadi gerhana matahari
Matahari meredup selama tujuh hari
Seolah alam pun ikut berduka atas wafatnya cucu Nabi Muhammad Saw
Bagaimana sikap ahlu sunnah wal jamaah menyikapi tragedi Karbala? Ulama Ahlussunnah mengajarkan:
Kata Imam Ghazali, jangan mencaci sahabat Nabi. Hargai ijtihad mereka meski ada yang keliru.
Editor : Marjeni RokcalvaSumber : Diolah dari Berbagai Sumber


