Prof. Saldi Isra Kritik Pembelian Baju Seragam Untuk Dosen di Perguruan Tinggi Negeri

Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Prof. Dr. Saldi Isra, S.H., M.P.A., ketika menerima cindera mata dari Rektor UNP, Krismadinata, Ph.D, Jumat (11/7/2027). Foto: Humas UNP
Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Prof. Dr. Saldi Isra, S.H., M.P.A., ketika menerima cindera mata dari Rektor UNP, Krismadinata, Ph.D, Jumat (11/7/2027). Foto: Humas UNP

PADANG - Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Prof. Dr. Saldi Isra, S.H., M.P.A., mengkritik pembelian baju seragam bagi dosen dan tenaga kependidikan di perguruan tinggi negeri di Indonesia.

"Saya melihat tidak ada hubungan atau korelasi antara pemberian baju seragam denan peningkatan mutu sebuah perguruan tinggi (PT)," kata Saldi ketika berada di Padang, Jumat (11/7/2025).

Kehadiran Saldi di Padang dalam rangka kuliah umum bertema “Pendidikan Hukum untuk Pembentukan Hukum yang Berkeadilan dan Berkepastian” yang digelar Jumat (11/7/2025) di Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNP. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami lebih dalam praktik dan prinsip dasar dunia hukum dari tokoh nasional yang berpengalaman.

Disebutkan Saldi, alangkah baiknya, jika perguruan tinggi memikirkan bagaimana mengurang nilai uang kuliah tunggal (UKT) mahasiswa bila uang berlebih daripada membeli baju seragam.

Dorong Tingkatkan Literasi

Dalam kesempatan yang sama, Saldi juga mendorong mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP), khususnya dari Program Studi Ilmu Hukum, untuk tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, menulis, dan berbicara secara argumentatif dengan peningkatan literasi mahasiswa.

Advertisement
POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Dalam sesi kuliah ini, Prof. Saldi juga menekankan bahwa mahasiswa perlu didorong secara serius untuk aktif menulis dan berbicara.

“Mahasiswa harus dipaksa menulis, harus dipaksa bicara. Kalau dia bikin pangkalan (catatan bacaan), dia akan baca buku. Dia akan menulis dalam bukunya, lalu dia akan bicara. Proses itu akan melatih daya nalar dan keberanian,” tegasnya di depan lebih dari 200 mahasiswa yang hadir pada kuliah umum itu.

Ia juga menyampaikan bahwa kemampuan menulis yang baik tak bisa dilepaskan dari kebiasaan membaca yang mendalam. “Kalau Anda hanya datang untuk dapat gelar sejarah hukum, tak perlu lama-lama juga. Tapi kalau datang ke sini untuk siap jadi praktisi hukum atau teorisi hukum, maka harus mulai mengubah diri,”jelasnya.

Rektor UNP, Krismadinata, Ph.D., menyambut kehadiran Prof. Saldi sebagai momen penting bagi mahasiswa.

“Bapak Saldi ini adalah role model dalam dunia hukum nasional. Melalui kuliah umum ini, kita harapkan mahasiswa tidak hanya terinspirasi, tetapi juga dapat menyerap ilmu dan semangat intelektual yang ia tunjukkan,” ujarnya.

Editor : Redaksi KM
BANNER 3
Bagikan

Berita Terkait
BANNER-4
Terkini