Strategi pembangunan kota juga dibahas, termasuk soal penataan ruang cerdas, pemanfaatan lahan tidur, dan pembangunan hunian vertikal bersubsidi bagi generasi muda dan ASN.
“Kota kecil seperti Padang Panjang harus bisa menjadi kota kompak dan adaptif,” kata Wako.
Terkait isu sosial seperti pengangguran muda dan kesenjangan pendidikan, Pemko mengandalkan pelatihan vokasi, inkubasi wirausaha muda, serta kerja sama beasiswa dan CSR sektor swasta.
“Kami ingin setiap anak Padang Panjang punya kesempatan yang sama untuk tumbuh,” tambahnya.
"Kami ingin meninggalkan warisan kebijakan yang membumi dan berdampak langsung. Dengan ruang kreatif seperti Padang Panjang Youth Center dan literasi digital, kami siapkan generasi muda jadi urang awak yang siap bersaing secara global,” tutup Hendri. (rifki)
Editor : Marjeni Rokcalva


