SAAT INI banyak beredar beragam produk air minum dalam berbagai kemasan dan merk dan juga ada air isi ulang di pasaran. Namun air tersebut belum seluruhnya aman dikonsumsi.
Data dari situs Kemenkes RI, menyebutkan, 95,6% masyarakat Indonesia sudah bisa mengonsumsi air minum secara layak. Namun hanya 20,49% saja yang aman dikonsumsi langsung tanpa dimasak.
Data tersebut juga merilis sebanyak 29,7% orang mengandalkan air isi ulang sebagai sumber utama air minum. Padahal ada bahaya besar yang mengintai, yakni risiko pencemaran bakteri E.Coli yang mencapai 12%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan air minum yang berasal dari PDAM.
- Sumber air kategori layak (bukan dari sumber sembarang)
- Kemudahan akses mendapatkan air
- Tersedia 24 jam nonstop
- Bersih dan aman serta bebas dari kotoran, bakteri, logam berat atau zat berbahaya lain
Sedangkan air minum yang masuk kategori aman terdiri dari air PDAM, air mandiri, dan air isi ulang atau depot air minum. Air PDAM dikatakan aman apabila wilayahnya berada pada zona air minum prima. Apabila belum masuk zona tersebut, air wajib dimasak dahulu.
Jika sumber airnya berasal dari sumber air mandiri harus dipastikan tempat penampungannya bersih, tertutup dan tidak berkarat. Terpenting air wajib dimasak dahulu sebelum diminum. Air isi ulang atau depot air minum dapat dikonsumsi apabila depot telah memiliki sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS).
Mengonsumsi air banyak manfaatnya asal layak dan aman bagi tubuh. Beberapa manfaat yang dapat dirasakan dari mengonsumi air aman antara lain:
- Bisa menyelamatkan nyawa anak-anak dengan menurunkan risiko kematian
- Hidup lebih sehat dan produktif serta tidak gampang sakit
- Cegah diare, salah satu penyakit yang sering muncul dari air kotor
- Lindungi tubuh dari zat berbahaya seperti logam berat
(***)
Editor : Redaksi KM


