KABUPATEN AGAMmerupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Barat yang telah mengalami berbagai perubahan administratif sepanjang sejarahnya. Pembentukan Kabupaten Agam didasarkan pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten dalam Lingkungan Daerah Provinsi Sumatera Tengah. Undang-undang ini menjadi dasar berdirinya Kabupaten Agam sebagai daerah otonom di wilayah Sumatera Barat.
Seiring berjalannya waktu, wilayah Kabupaten Agam telah mengalami pemekaran beberapa kali. Salah satu peristiwa pemekaran penting adalah terbentuknya Kabupaten Pasaman Barat pada tahun 2003, yang sebelumnya merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Agam. Proses pemekaran wilayah ini didorong oleh kebutuhan untuk meningkatkan pelayanan publik serta pengelolaan pemerintahan yang lebih efektif dan efisien.
Hingga tahun 2024, berdasarkan berbagai peraturan terbaru yang mengatur pemekaran wilayah nagari, jumlah nagari di Kabupaten Agam telah bertambah menjadi 92 nagari. Pemekaran nagari ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat di setiap wilayah nagari. Salah satu dasar hukum terbaru yang mengatur pembentukan dan pemekaran nagari di Kabupaten Agam adalah Peraturan Daerah Kabupaten Agam Nomor 13 Tahun 2018 tentang Penetapan Batas Wilayah Nagari.
Berikut adalah daftar 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Agam :
1. Kecamatan Ampek Angkek
2. Kecamatan Baso
3. Kecamatan Banuhampu
4. Kecamatan Canduang
5. Kecamatan IV Angkek
6. Kecamatan Kamang Magek
7. Kecamatan IV Koto
8. Kecamatan Lubuk Basung
9. Kecamatan Malalak
10. Kecamatan Matur
11. Kecamatan Palembayan
12. Kecamatan Palupuh
13. Kecamatan Sungai Pua
14. Kecamatan Tanjung Mutiara
15. Kecamatan Tilatang Kamang
16. Kecamatan Tanjung Raya
Kabupaten Agam dikenal sebagai daerah yang kaya akan potensi alam dan budaya, seperti Danau Maninjau yang menjadi ikon wisata alam, Gunung Marapi yang menawarkan keindahan alam pegunungan, dan juga kawasan pesisir yang memiliki potensi perikanan yang besar. Selain itu, Kabupaten Agam dikenal dengan kehidupan masyarakat yang sangat menjunjung tinggi adat dan agama, sebagaimana tersirat dalam semboyan "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah".
Pemerintah Kabupaten Agam terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan ekonomi, serta mengoptimalkan potensi sumber daya alam dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal. Dengan jumlah kecamatan yang terdiri dari 92 nagari, Kabupaten Agam terus berkembang menuju kesejahteraan dan kemandirian yang lebih baik.
Letak Geografis
Kabupaten Agam terletak di bagian barat Provinsi Sumatera Barat dan memiliki posisi strategis yang berbatasan langsung dengan berbagai kabupaten dan kota penting di sekitarnya. Wilayah Kabupaten Agam mencakup daerah dataran tinggi serta kawasan pesisir yang menghadap Samudra Hindia.
Secara geografis, Kabupaten Agam berada pada koordinat 0°04’ LS hingga 0°28’ LS dan 99°46’ BT hingga 100°32’ BT. Kabupaten ini memiliki luas wilayah sekitar 2.232,30 km², yang terbagi atas 16 kecamatan dengan 92 nagari.
Adapun batas-batas wilayah Kabupaten Agam adalah sebagai berikut:
- Sebelah Utara: berbatasan dengan Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat
- Sebelah Selatan: berbatasan dengan Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Padang
- Sebelah Barat: berbatasan dengan Samudra Hindia
- Sebelah Timur: berbatasan dengan Kota Bukittinggi, Kota Payakumbuh, dan Kabupaten Lima Puluh Kota
Kondisi geografis Kabupaten Agam sangat bervariasi, mulai dari dataran tinggi, pegunungan, hingga kawasan pesisir. Di bagian timur, terdapat pegunungan yang melintasi wilayah seperti Gunung Marapi dan Gunung Singgalang. Di bagian barat, Kabupaten Agam memiliki pesisir pantai yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia, seperti di Kecamatan Tanjung Mutiara. Selain itu, salah satu fitur geografis penting di Kabupaten Agam adalah Danau Maninjau, yang terletak di Kecamatan Tanjung Raya, yang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan dan sumber daya alam penting bagi masyarakat setempat.
Kondisi alam Kabupaten Agam juga memberikan kontribusi besar terhadap iklim dan aktivitas ekonomi masyarakat, seperti pertanian, perkebunan, perikanan, dan pariwisata. Kabupaten ini memiliki iklim tropis dengan curah hujan yang relatif tinggi, terutama di wilayah dataran tinggi, menjadikannya salah satu daerah yang subur untuk berbagai jenis tanaman, seperti padi, kopi, dan sayuran. (***)
Sumber : agamkab.go.id

