KontenMinang - Ketika hari sudah mendekati pukul 20.00 malam tanggal 17 Agustus 2025 saya secara kebetulan membuka platform Youtube di Smart TV. Kemudian saya terkejut dilayar rekomendasi terlihat konten Upacara Bendera 17 Agustus yang sedang viral di berbagai akun media. Perayaan 17 Agustus 2025 kali ini nampak beda, walaupun terlihat lebih sederhana namun begitu terkesan dengan pergelaran seni nusantara, seperti Tarian Pacu Jalur yang juga sedang viral ke seluruh dunia.
Perayaan kali ini akan selalu dikenang sebagai salah satu perayaan kemerdekaan yang berbeda dari biasanya. Bukan hanya karena momen sakral detik-detik proklamasi yang penuh khidmat, tetapi juga karena sebuah lagu yang tak terduga mampu mengubah suasana formal Istana Merdeka menjadi arena kegembiraan bersama. Lagu itu berjudul Tabola Bale.
Awalnya, saya tidak begitu paham dan mengenali lagu ini, namun karena terasa asik melihat suasana istana bergoyang, lalu kemudian menyentak hati untuk mencari informasi sebanyak mungkin tentang group musik ini dan menonton beberapa konten lokal Indonesia dan konten Asing yang menggunakan lagu ini baik untuk video pendek, dance, tarian, senam dan lain sebagainya. Di berbagai akun media sosial. Hal ini menarik minat kita untuk meneruskan pencarian. apa lagi kemudian menyentak emosional dengan kata “Minang” dengan lirik sebagai berikut :
Ondeh Uda, jan lah baitu bana
Denai ko indaklah nan sarupo itu
Dek hanyo takuik mancaliak Uda
Dulu denai lah suko mancaliak Uda bakawan
Raso-raso ko ado, tapi denai diamkan…..
Perpaduan irama rancak yang mempesona gabungan irama timur dan minang mulai terdengar, perlahan suasana resmi berubah cair. Pasukan upacara, komandan upacara pejabat, tamu undangan, bahkan masyarakat yang hadir larut dalam hentakan musik. Ada semacam energi kolektif yang muncul: tepukan tangan, goyangan sederhana, dan tawa yang menyatukan siapa pun tanpa sekat. Bahkan pemimpin tertinggi negeri ini pun ikut bergerak mengikuti alunan, menunjukkan bahwa di balik simbol-simbol kenegaraan yang kaku, ada ruang kebersamaan yang hangat.
Editor : Yulhendri


