Terpelosok di Tengah Bukit Barisan, Astra Menyulap KBA Talang Babungo jadi Mutiara yang Bersinar

Rumah pintar KBA Talang Babungo, tempat bermula semua kemajuan digagas para pengelola KBA di Tabek Talang Babungo dengan panorama indah. Foto-Foto: Eni Gustiani/KontenMinang
Rumah pintar KBA Talang Babungo, tempat bermula semua kemajuan digagas para pengelola KBA di Tabek Talang Babungo dengan panorama indah. Foto-Foto: Eni Gustiani/KontenMinang

KontenMinang - Bagaikan mutiara yang terus bersinar, beginilah perumpamaan Kampug Berseri Astra (KBA) Jorong Tabek Nagari Talang Babungo yang terletak di Kacamatan Hiliran Gumanti Kabupaten Solok Ranah Minang Provinsi Sumatera Barat, saat ini. Kampung miskin yang dulunya daerah paling tertinggal di Sumbar ini, berkat polesan Astra dan tekad bulat warganya, kini jadi barometer kemajuan dalam membangun sebuah kampung di Indonesia.

Kampung yang terletak di tengah Bukit Barisan kawasan Solok sejauh 80 kilometer dari pusat kota Padang ini, harus dilalui dengan perjalanan selama 3 jam, melewati kawasan wisata Gunung Talang, Danau Kembar dan indahnya negeri dingin tanpa salju Alahan Panjang.

"Cerita sukses saat ini tentu tak seindah ketika perjuangan dimulai sekitar sepuluh tahun lalu," kata Ketua Kampung Berseri Astra (KBA) Talang Babungo, Kasri Sastra, membuka kisah, dihadapan 80 peserta roadshow Lomba Foto Astra dan Anugerah Pewarta Astra 2025, Minggu 3 Agustus 2025 di MIS Muallimin, Jorong Tabek, Talang Babungo.

"Butuh pengorbanan besar, darah dan air mata, sehingga KBA Tabek ini bisa seperti saat ini," sambung lelaki bergelas Sarjana Pendidikan (S.Pd) ini.

Isi Konten

1. Rumah Pintar Bikin Cetar

2. Kandang Kuda Disulap Jadi Sekolah Terbaik

3. Gula Semut Bikin Ekonomi Melejit

Advertisement
POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
4. Kampung Koperasi Tanpa Sentuhan Bank

5. Bank Sampah yang Menggoda

6. Astra Datang di Waktu yang Tepat

Rumah Pintar Bikin Cetar

Lantas dari mana semua perubahan ini dimulai? Kasri Sastra, menyebutkan, semua perubahan ini dimulai dari sektor pendidikan dengan timbulnya ide membangun rumah pintar, yang tak hanya untuk belajar dalam arti sempit, tapi untuk musyawarah, menggali ide dan aspirasi secara bersama guna bangkit dari keterpurukan guna mengubah status sebagai daerah tertinggal.

Rumah pintar dibangun dengan arsitektur bagonjong rumah gadang menggunakan kayu, bambu dan bahan lainnya yang ada di kampung ini. Warga bersama-sama bergotong royong membangun rumah pintar, dengan tonggak/tiang utama dari batang aren yang ditebang sendiri oleh masyarakat.

Rumah Pintar KBA Tabek Talang Babungo.
Rumah Pintar KBA Tabek Talang Babungo.



"Satu tiang harus diangkat minimal 80 orang, meski berat, tapi semangat tak luntur," kenang Kasri yang seharinya seorang pengajar ini.

Ketika bangunan rumah pintar selesai, dari sinilah dilahirkan pemikiran-pemikiran baru, merancang kemandirian kampung. Warga juga belajar dan diskusi banyak hal di rumah pintar, seperti soal adat istiadat, norma kehidupan yang bermuara pada tekad bulat demi kata sebuah kemajuan kampung.

"Dan langkah fenomenal yang terlahir dari rumah pintar ini, yakni dibentukan sistem zonasi yang membagi kampung jadi 11 zonasi. Dimana masing-masing zonasi punya tanggung jawab pada lingkungan, pendidikan, UMKM hingga kesehatan," tutur Kasri.

Kandang Kuda Disulap Jadi Sekolah Terbaik

Dulu, sekolah dasar yang ada Tabek (sekarang bernama Madrasah Ibtidaiyyah Swasta (MIS) Mualimmin Tabek, merupakan bekas kandang kuda. Tak ada fasilitas, alat belajar yang dipinjam dari sekolah lain, sehingga orang tua tak sudi menyekolahkan anaknya.

"Dulu anak sekolah cuma datang dua hari, lalu tak balik lagi," katanya nelangsa.

Kini berkat perjuangan bersama, sekolah ini menjadi salah satu sekolah terbaik di Kabupaten Solok. Dan banyak orang tua yang mengantarkan anaknya ke sekolah ini. Dan banyak anak-anak kami yang lulus dari sini, kuliah di perguruan tingga favorit di Indonesia dan bahkan sampai ke luar negeri.

Editor : Abna Hidayati
BANNER 3
Bagikan

Berita Terkait
BANNER-4
Terkini