Terpelosok di Tengah Bukit Barisan, Astra Menyulap KBA Talang Babungo jadi Mutiara yang Bersinar

Rumah pintar KBA Talang Babungo, tempat bermula semua kemajuan digagas para pengelola KBA di Tabek Talang Babungo dengan panorama indah. Foto-Foto: Eni Gustiani/KontenMinang
Rumah pintar KBA Talang Babungo, tempat bermula semua kemajuan digagas para pengelola KBA di Tabek Talang Babungo dengan panorama indah. Foto-Foto: Eni Gustiani/KontenMinang
Ketua KBA Talang Babungo, Kasri Satra, S.Pd.
Ketua KBA Talang Babungo, Kasri Satra, S.Pd.

"Dan ini salah satu yang mungkin bisa kami banggakan," Kasri menimpali.

Kepala MIS Mualimmin Tabek, Pelni Eliza, Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I) menyebutkan, sekolah disini meski dikelola oleh swasta, tapi semuanya gratis, karena kita juga dibantu dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Siswa tak hanya diajarkan pelajaran umum, juga mendapat pelajaran agama Islam dan budaya Minangkabau yang memadai dan lebih dari sekolah negeri biasanya.

"Kami yakin, banyaknya muatan pelajaran agama disamping pelajaran umum, itulah yang membuat kalangan orang tua ramai-ramai menyekolahkan anaknya kesini," katanya bangga.

Keyakinan Pelni, dikuatkan Nela Kurniati, 20 tahun, lulusan MIS Muallimin Tabek yang kini kuliah masuk semester enam di Jurusan Geofisika Institut Teknologi Bandung (ITB),

Perempuan cantik putri Jorong Tabek yang sejak kelas VI MIS Mualimin sudah mendapat beasiswa Astra ini, bercerita, dulu kata orang tuanya, memang sekolah ini bekas kandang kuda.

"Dan ketika saya sekolah, sekolah ini sudah baik dan maju. Sehingga saya juga mau disekolahkan kedua orang tua disini," kata siswa langganan juara kelas sejak sekolah dasar ini.

Karena juara kelas, apalagi kondisi ekonomi orang tua sebagai petani, maka ia sejak kelas VI sudah mendapat beasiswa Astra.

"Beasiswanya juga berlanjut hingga pendidikan di SLTP, SLTA (MAN 2 Padang) dan bahkan hingga kuliah ke ITB Bandung," katanya.

Untuk kuliah di ITB sejak semestra pertama, cerita Nela, ia mendapat bantuan uang kuliah tunggal (UKT) dari Program KIP Kuliah Pemerintah Indonesia, dan untuk biaya hidup dapat dari beasiswa dari PT Astra Indonesia Tbk.

Gula Semut Bikin Ekonomi Melejit

Geliat ekonomi mulai terasa di KBA Tabek. Potensi ekonomi kampung ditingkatkan lewat usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang ada, seperti gula aren dan tebu. Tabek yang terkenal sebagai penghasil gula aren dan tebu, berusaha meningkatkan kapasitas produksi. Sejalan waktu delapan tahun belakangan ketika sentuhan Astra datang saat waktu yang tepat kala itu, perlahan kapasitas produksi gula aren dan tebu terus naik.

"Kalau dulu produksi hanya 25 kilogram perhari, kini mampu mencapai satu ton per hari. Produk unggulan yang dihasilkan adalah gula semut yang banyak manfaat, punya cita rasa khas karena bahannya yang berasal dari pohon yang tumbuh di kertinggian 1.200 meter dari permukaan laut (mdpl)," sambung Kasri berpromosi.

Tuti Marlina, seorang perempuan muda yang bekerja di Rumah Produksi Gula Semut Aren Jorong Tabek, menimpali, salah satu produk unggulannya saat ini adalah gula semut, yakni inovasi dari gula aren dan gula tebu lokal yang kini diproduksi secara modern dan higienis.

Nela Kurniati, lulusan MIS Muallimin dan kini kuliah di ITB penerima beasiswa Astra.
Nela Kurniati, lulusan MIS Muallimin dan kini kuliah di ITB penerima beasiswa Astra.



Ia menyebutkan, dirinya merupakan satu dari puluhan warga yang menggantungkan hidup di rumah produksi gula semut milik KBA.

“Tugas saya mengoven dan meracik. Prosesnya bisa sampai 8 jam. Setiap hari kami produksi 12 kilogram gula,” ungkapnya.

Risa Ramadhani, Bendahara Rumah Produksi Gula Semut Aren menambahkan, produk-produk ini kini dipasarkan hingga Padang dan kota-kota lain, dengan harga mencapai Rp150.000 per kilogram.

"Namun ketika dijual, Gula Semut dikemas dalam bentuk yang menarik dengan berat sekitar 200 gram dengan bandrol harga Rp30. ribu," ujarnya seraya berpromosi dan menyebutkan bahwa gula semut sangat baik dikonsumsi oleh penderita diabetes.

Kampung Koperasi Tanpa Sentuhan Bank

Geliat ekonomi yang terus berjalan, kata Kasri, membuat permodalan menjadi sebuah kendala dan peluang. Maka lahirkan gagasan mendrikan Koperasi Serba Usaha Ekonomi Desa Tabek dan ini dijadikan sebagai sokuguru utama dalam ekonomi desa yang tidak tergantung perbankan.

Kini koperasi memiliki aset Rp17 miliar, dari modal dasar Rp2,5 juta. Semua kebutuhan warga ditopang koperasi ini, mulai kesehatan, pendidikan, permodalan bagi kalangan UMKM. Dan usaha berkembang, mulai dari kopi bubuk, keripik kolang kaling, budidaya maggot, gula semut.

"Alat produksi yang sudah tua diganti dengan yang modern, dan yang masih bisa dilestarikan dijadikan sebagai warisan sejarah, seperti mesin penggiling tebu tua yang sudah berusia seratus tahun," katanya mantap.

Sejalan dengan waktu, koperasi yang berdiri sejak tahun 2000 ini, terus berkembang hingga kini.

"Koperasi menjadi soko guru utama menggeliatkan perekonomian warga. Hasilnya, bila dahulu tidak ada anak Tabek yang bisa berkuliah, karena Kami miskin, sangat miskin, sekarang anak tabek telah banyak yang sarjana dan berkuliah hingga keluar negeri,” jelas Kasri.

Tuti Marlina, seorang perempuan muda yang bekerja di Rumah Produksi Gula Semut Aren Joron Bebek.
Tuti Marlina, seorang perempuan muda yang bekerja di Rumah Produksi Gula Semut Jorong Tabek.

Tabek yang sejak dulu tidak tersentuh perbankan, koperasilah yang membuat kemajuan siginifikan hingga saat ini dan kehadiran Astra dengan program KBA nya, terus dan turut membantu peningkatan perekonomian warga Jorong Tabek.

“KBA Astra telah hadir delapan tahun yang lalu di Jorong Tabek. Program-programnya sangat membantu sekali. Dari beasiswa kepada siswa di Tabek, serta menjadikan KSU ED-Tabek sebagai mitra dalam penyaluran CSR Astra,” jelasnya.

Dengan program KBA, tutur Kasri, Astra berhasil membantu kami menggali potensi yang ada di daerah kami.

"Melalui koperasi dan pelatihan dari Astra kami berhasil memasarkan gula semut hingga keluar negeri. Hal ini ditunjang dengan ketersediaan pohon aren dan tebu yang banyak di daerah kami,” tambahnya.

Bank Sampah yang Menggoda

Perjalanan waktu dan kemajuan yang digapai, apalagi setelah adanya binaan dan sokongan dari PT Astra Internasional Tbk. lewat program Kampung Berseri Astra (KBA), membuat mata orang luar tertuju ke KBA Tabek Talang Babungo.

Kunjungan wisata dan studi banding dari berbagai kelompok masyarakat luar ke Tabek pun meningkat. Tantangan baru muncul, kata Kasri, yakni persoalan sampah. Inovasi guna mengantisipasinya keluar dengan nama, bank sampah.

Aktifitas Bank Sampah dilakukan untuk memilah-milah sampah, yakni sampah organik dan non organik. Sampah organik dimanfaatkan untuk pakan maggot, ternak ayam dan ikan.

Kepala MIS Mualimmin Tabek, Pelni Eliza.
Kepala MIS Mualimmin Tabek, Pelni Eliza.

Sementara non organik, seperti plastik diolah jadi beragam bentuk yang berguna, seperti alas tempat duduk yang disusun dari botol air mineral diisi sampah plastik dan disusun sebagai alas kursi panjang.

Semua program dilakukan dalam kerangka filosofi berfikir sederhana: memberi itu menerima.

"Ketika kita meneteskan air mata dan darah untuk kampung ini, akan dibayar lunas dengan aksi kita sendiri," ujar Kasri,

Dari sampah, tak hanya bank sampah yang hadir, kolam ikan yang dulunya sebatas tempat memlihara ikan, berubah jauh menjadi lokasi musyawarah dan sumber inspirasi.

"Kolom ikan sebagai sarana diskusi sambil asyik memancing, membahas ragam hal tentang apa lagi yang bisa kita perbuat untuk kampung ini," Kasri bersemangat.

Astra Datang di Waktu yang Tepat

Ketua KBA Talang Babungo, Kasri Sastra, dengan yakin menyebutakan, semua kemajuan yang digapai, tak terlepas dari peran aktif Astra memberikan bimbingan, support, pendanaan hingga pendampingan secara komprehensif yang dimulai semenjak tahun 2016 silam.

Sehingga bila dulu Jorong Tabek masuk dearah termiskin di Provinsi Sumatera Barat. Berkat binanaa Astra, Jorong Tabek, Nagari Talang Babungo, Kabupetan Solok disulap menjadi jorong sejahtera.

Salah satu buah yang yang bisa dilihat dalam kesejahteraan masyarakat yakni, banyaknya generasi Jorong Tabek yang saat ini tengah menikmati pendidikan di tingkat Perguruan Tinggi Negeri/Swasta bahkan di hingga luar negeri.

Pesona KBA Jorong Tabek Talang Babungo.
Pesona KBA Jorong Tabek Talang Babungo.

“Yang kami lakukan bukan sekadar membantu. Kami membina. Potensinya sudah ada di desa, kami hanya bantu dengan ibaratnya, memupuk dan menyuburkan,” ujar Rananggana Rayidhea, Media Relation Astra yang berbaur dengan peserta roadshow di Jorong Tabek mewakili PT Astra Internasional Tbk.

KBA Talang Babungo, kataya, merupakan satu dari 1.500 Kampung Berseri Astra (KBA) dan Desa Sejaktera Astra (DSS) di seluruh Indonesia.

Secara umum kata lelaki yang akrab disapa Ranang ini, ada empat pilar program Astra yakni kesehatan, pendidikan, kewirausahaan dan lingkungan dan itu dilakukan sepenuhnya di KBA Tabek Talang Babungo.

Astra melihat, Tabek yang memiliki banyak potensi, misalnya produk andalan di sektor kewirausahaan, melimpahnya tanaman tebu dan juga pohon aren, merupakan berkah tersendiri bagi masyarakat jorong Tabek.

Gula Semut, komoditi andalan KBA Tabek Talang Babungo,
Gula Semut, komoditi andalan KBA Tabek Talang Babungo,

"Sejak dulu, Tabek secara tradisional tanahnaya mempunyai luas 5000 hektar, sebagian besar di tanami tebu cara turun temurun. Dan Astra membina potensi ini selama 5 tahun," tambahnya.

Potensi lain --masuk dalam empat pilar--kemudian digali dan dibina bersama-sama sehingga mendatangkan hasil sebagaimana bisa dirasakan saat ini oleh warga dan bisa dilihat pengunjung yang datang.

Apa yang dikatakan Ranang, diamini Pengurus KBA Talang Babungo, yang juga kepala MIS, Pelni Eliza. Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I) ini, bertutur menambahkan cerita, di tahun 2015 Nagari Talang Babungo pernah mengalami bencana kebakaran. Salah satu korporasi, PT Astra International Tbk hadir membantu korban kebakaran.

Tak hanya membantu, ada berkah yang tersamar dari kejadian ini. PT Astra cukup jeli melihat potensi Nagari Talang Babungo, terutama Jorong Tabek, hingga akhirnya lahan di Tabek dengan luas 5000 meter persegi yang tadinya di dominasi semak belukar serta tanaman tebu yang dibiarkan begitu saja mulai di tata.

Suasana Jorong Tabek yang tertata asri.
Suasana Jorong Tabek yang tertata asri.

Hasil olahan tanaman tebu adalah gula merah. Sedangkan dari gula aren kemudian diolah lagi jadi gula semut, dengan hadirnya KBA, PT Astra yang membantu pengadaan unit mesin kilangan tebu semi modern yang disalurkan melalui Koperasi Serba Usaha-Ekonomi Desa. Dan juga bantuan alat pengering guna menghasilkan gula semut.

Sementara itu, Yasrul Kepala Jorong Tabek, Nagari Talang Babungo, Kabupaten Solok, memperkuat apa yang disampaikan Kasri.

Ia menyebutkan, sejak dibina Astra selama kurang 8 tahun hingga saat ini, Astra adalah rumah bagi masyarakat Jorong Tabek.

“Kami mengucapkan terima kasih yang tulus atas berkontribusi dan selaras dengan program pemerintah, yang selama ini belum terjamah dan Astra hadir untuk itu, ” tegasnya.

Sebagai perwakilan Nagari Talang Babungo, ia menilai program yang dikucurkan ke Jorong Tabek berdampak positif terutama sekali untuk menopang perekonomian dengan berbasis potensi nagari dan ikuit membangun serta membina kemajuan dalam berbagai segi di Jorong Tabek.

Mendukung semua ini, berdirilah Koperasi Ekonomi Desa yang asetnya kini mencapai Rp17 miliar, mengelola pendidikan, kesehatan, hingga pembiayaan usaha warga tanpa harus bergantung pada perbankan.

Kini, Kampung Tabek tak lagi dikenal karena kemiskinan. Ia kini dikenal sebagai desa mandiri yang berhasil merawat warisan, menjaga semangat, dan memproduksi masa depan yang lebih baik.

Advertisement
POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Bravo PT Astra Internasional Tbk dengan program Kampung Berseri Astra dan Desa Sejahtera Astra. Semoga! (Eni Gustiani)

Editor : Abna Hidayati
BANNER 3
Bagikan

Berita Terkait
BANNER-4
Terkini